Tularkan Semangat Kebaikan

Alhamdulillah, hari ini sudah tilawah 3 juz

Alhamdulillah, semalam bangun until qiyamul lail

Alhamdulillah, hati ini sudah menuntaskan murajaah 1 juz

Senangnya bisa berrbagi kebahagiaan dengan buka bersama anak yatim di panti asuhan

Tuntas sudah membaca kitab bulughul maram,

Dan sebagainya…

Begitu kira-kira status yang dibagikan di berbagai sosmed…

Saat ADA status seperti ITU atau yang bernada serupa, bagaimana tanggapan si pembaca?

Seringkali ADA yang memandang sebagai bentuk riya, pamer amal, de el el .   

Tapi saya pribadi amat sangat senang membaca status-status semacam ITU… Bagi saya, itu motivasi sekaligus pecutan saat says bermalas-malasan. Status tersebut membangunkan ruhiyah yang terkulai agar segera bangkit mengejar ketertinggalan amal…

Bagai menularkan semangat kebaikan Dan perbaikan. 

Saya yang semalam terlelap enggan bangun dirikan QL, jadi tertampar membaca seseorang yang semalam begitu ringannya dirikan shalat malam dalam rakaat yang panjang. Kemudian bertekad nanti malam saya harus bangun!

Saya yang terseok2 tuntaskan 1 juz sehari, akan terpecut dan segera menekuni kembali sang mushaf kala membaca si fulanah telah tuntas membaca 3 juz di hari ini. Dia bisa, lah, elo ngapain aje bung! Ayo, kejar ketertinggalan!

Lebih menohok lagi saat si dia yang dengan istiqomahnya memurajaah hapalan Dan menambah hapalan ayat2 cintaNYA setiap hari, Dan says di sini terpaku dengan hapalan yang mandek Dan murajaah yang tak tuntas. Kemudian, si saya pun banyak2 istighfar Karena kelalaian selama ini dalam menghapal Dan menjaga hapalan ayat2 cintaNYA.

Belum lagi status2 lain mereka yang sedang melakukan amal2 kebaikan, benar2 membuat si saya ngerasa miskin amal , hiks hiks. 

Intinya mah, saya ingin berterima kasih buat kamu dia mereka dan siapapun yang udah berbagi informasi aktivitas2 amal ibadah Dan kebaikannya setiap hari di sosmed2..  Karena ITU benar2 memotivasi saya untuk mengejar ketertinggalan… Terima kasih sudah menularkan semangat kebaikan Dan perbaikan ke seluruh penjuru mata angin….

Jadi, buat kamu2, jangan segan buat berbagi yaaa… 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Saat ruh terasa gersang, saat urusan dunia menguras seluruh waktu dan energi, saat peran seorang hamba Allah tersingkir oleh peran seorang pegawai dengan sètumpuk tugas kantor, irt dg segala rupa urusan rmh, suami, anak yg ga ada habisnya, mahasiswa dg deadline TA yg makin mepet. Adakah Allah tetap jadi prioritas? Ataukah si bos, si dosen, si klien, atau si kecil yg lebih kita utamakan? Masihkah terasa nikmatnya shalat dg khusyu di 2/3 malam? Masihkah tilawah quran mewarnai hari2 kita? Masihkah dzikir terus membasahi bibir dan hati kita?

View on Path

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Edisi ayah ngidam brownies… jadi ceritanya sedari 2 hari lalu si ayah kepengen dibuatin brownies yang ada shiny crust nya. Tapi kemarin2 belum sempat eksekusi resep si brownies. Eh, tadi pagi, ujug2 si ayah dengan sukarela mau bawa si teteh ke sekolah. Ternyata itu hanya modusss supaya si bunda bisa bikinin brownies, wkwkwkwk… bunda si seneng2 aja, kesempatan langka bs ngoprek dapur dengan tenang. Biasanya mahhh, kalau ga masak di’bantu’in bocah2 (si kakak dan si aa), yaa masak ditemenin si teteh (sambil gendong teteh, red).

Tapi tantangan si ayah itu loh, mesti ada shiny crust nya, huft… ternyata tak mudah saudara-saudara… hasilnya, begitulah… muncul shiny crust di bagian tengahnya doang. Brownies nya jg terlalu tipis karena loyangnya kegedean. Maklum, loyang loaf nya blm punya, hehe… ya, lain waktu dicoba lagi deh biar hasilnya sempurna. Heu… kalau yg ini, bunda sih suka2 aja dengan rasanya yang nyoklaaat banget. Si kakak dan si aa juga doyan. Kalau si ayah suka ga yaa… (si ayah mah sagala suka sih, jd pasti bilangnya suka2 ajah :p) – with Rama

View on Path

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Di saat kakaknya sudah terlelap, eh, duo bocils ini masih aja asik berdua… – with Rama

View on Path

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pizza Italia

Penasaran dengan pizza italia karena lihat katalog gian pizza, topping pizza italia cuma mozzarella doang. Coba – coba browsing, ternyata pizza italia itu aslinya hanya topping irisan tomat, mozzarella, dan lembaran2 daun basil. Jadi warna pizza nya merah, putih, dan hijau.

Alhasil, kepengen banget eksekusi pizza sehat buat cahbocah tapi topping simple, jd toppingnya ga berlepasan atau diperetelin dengan cahbocah.

Jadilah bikin crust pizza dengan campuran zucchini. Idenya sih dari pizza durian yang pernah dibuat si ayah rama tapi dengan modifikasi si sana sini, hoho. Crust pizza dibuat dari campuran parutan zucchini yang diperas, tepung terigu, dan oat. Terus, saus pizza dibuat dari air perasan zucchini, tomat segar, kaldu sapi bubuk non msg merek alania, bawang putih, bawang bombay, oregano, basil, garam, lada, gula. Terus dikasih topping parutan keju mozzarella balita nya keju lembang deh.

Tinggal diicip2 hasilnya nih, mudah2an cahbocah doyan… penasaran juga dengan rasanya, hehehe… mari kita santap…. – with Rama

View on Path

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hari ke-4 kakak aurora sekolah, dan percakapan yang sama terus berulang setiap hari, dari senin hingga kamis.

Aa Segara: ayahnya mana?
Bunda: ayah mengantar kakak ke sekolah

A : kakaknya mana?
B : kakaknya sekolah, a.
A : sekolah apa?
B : sekolah tahfidz
A : adik (segara msh menyebut dirinya adik) juga mau sekolah tahfidz
B : iya, boleh, kalau aa udah 3 tahun ya.
A : adik udah 3 tahun
B : belum, aa baru 2 tahun.

Percakapan pun berakhir dan akan berulang lagi keesokan harinya saat si kakak udah berangkat sekolah.

Haha… ada adik kehilangan kakaknya, padahal cuma berpisah kurang dari 2 jam. – with Rama

View on Path

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hari ke-4 kakak aurora sekolah, dan percakapan yang sama terus berulang setiap hari, dari senin hingga kamis.

Aa Segara: ayahnya mana?
Bunda: ayah mengantar kakak ke sekolah

A : kakaknya mana?
B : kakaknya sekolah, a.
A : sekolah apa?
B : sekolah tahfidz
A : adik (segara msh menyebut dirinya adik) juga mau sekolah tahfidz
B : iya, boleh, kalau aa udah 3 tahun ya.
A : adik udah 3 tahun
B : belum, aa baru 2 tahun.

Percakapan pun berakhir dan akan berulang lagi keesokan harinya saat si kakak udah berangkat sekolah.

Haha… ada adik kehilangan kakaknya, padahal cuma berpisah kurang dari 2 jam. #pathdaily – with Rama

View on Path

Posted in Uncategorized | Leave a comment