Kehamilan ke-4 #1 #PerjuanganMenahanSakit

Bismillaahirrohmaanirrohiiim 

Sudah lama rasanya tidak menggoreskan kisah di sini dan tetiba ingin bercerita masa – masa kehamilan kemarin yang penuh kisah dan kasih hingga lahirlah si bayi 👶 abang atas kehendak dan kuasa Allah. 

Kisah berawal dari perjalanan ke Buper Sukamantri dan Curug-nya bersama pengurus Sintesa dan anak – anak sekolah yang bersemangat bertafakkur alam. Perjalanan yang ditempuh dengan jalan kaki dari lapangan bawah, dekat peternakan ayam dan pabrik olahannya. Mendaki dari jalan beraspal, jalan berbatu, dan jalan setapak sampai di bumi perkemahan Sukamantri. Untung cahcahbocah dapat tebengan motor bersama om Yunan dan ayahnya. Lalu, perjalanan berlanjut menuju curug, teteh digendong ayah, kakak jalan bersama kakak-kakak pelajar, dan aa jalan sama bunda. Perjalanan alhamdulillah lancar walaupun bunda tepar dan sakit sakit badan setelahnya. Saat itu belum ada kecurigaan apa-apa, tapi seminggu kemudian, bunda mulai curiga karena si bulan yang tak kunjung datang. Beli test pack dan hasilnya muncul 2 garis, Maa syaa Allah, ternyata saat perjalanan ke Sukamantri, abang yang baru berusia 5 minggu di rahim bunda sudah ikut bertualang, Allah memberikan kekuatan kepada bunda dan abang bayi menempuh perjalanan yang cukup panjang dan menantang dalam kondisi hamil muda. 

Kisah berikutnya adalah drama kehamilan, hehehe… Kehamilan ke-4 ini cukup menantang dan berbeda. Allah menguji bunda dengan banyak keterbatasan, bukan hanya sekadar mudah lelah layaknya bumil tapi rasa sakit yang luar biasa di bagian panggul dan paha. Trimester pertama dilalui dengan drama sakit kaki setiap kali beraktivitas seharian, apalagi kalau harus duduk lesehan, kemudian harus bangkit dengan menahan sakit luar biasa, berjalan sambil meringis dan berjalan seperti penguin. Beberapa kali harus merasakan shalat sambil duduk karena rasa sakit di kaki yang tak kuasa menopang tubuh. Bangun tidur atau saat tidur pun kaki seringkali kram tanpa sebab, mengubah posisi tidur pun sungguh sulit dan menyakitkan. Duduk sakit, berdiri sakit, tiduran pun sakit, Subhanallah, semoga rasa sakit itu menjadi penggugur dosa diri ini.  Sayangnya sampai akhir kehamilan, rasa sakit itu masih tak terdefinisikan, karena memang tak didiagnosis oleh ahlinya. 

Memasuki trimester 2, rasa sakit di panggul, paha, dan kaki mulai sedikit berkurang, tapi batuk dan pilek datang silih berganti. Sungguh, kehamilan yang menguras fisik dan psikis. 

Dan di awal trimester 3, bunda pun menyerah oleh batuk yang luar biasa, demam tinggi berhari-hari, tulang belulang yang berasa nyeri tiada tara, tidur yang terganggu baik di malam maupun siang hari. Rawat inap selama 4 hari dengan tangan terinfus, bantuan oksigen, dan diuap 4 x sehari, dan tentunya harus menerima injeksi aneka obat dan antibiotik. Hiks,, di kehamilan – kehamilan sebelumnya, bunda sangat menghindari dan meminimalisir konsumsi obat – obatan kimia padahal. 

Semakin besar kandungan ternyata nyeri di kaki pun muncul lagi dan semakin berat, mulai dari pinggang, panggul, selangkangan, paha, betis, hingga kaki. Lebih buruknya, sakitnya menyulitkan bunda untuk mengambil posisi mengangkang ataupun menggerakkan paha dan selangkangan. Tidur pun nyaris tak bisa gerak, karena gerakan sekecil apapun terasa sangat menyiksa dan menyakitkan. Muncul kekhawatiran bagaimana nanti melewati proses persalinan? Padahal kekuatan dan kelenturan bagian paha dan selangkangan sangat dibutuhkan, mampukah bunda melaluinya. Di tengah kekhawatiran itu, bunda terus memohon kemudahan kepada Allah. Sebagaimana Allah telah menjaga abang di dalam rahim bunda, mencukupkan segala kebutuhannya, melindunginya, menjadikan rahim sebagai tempat yang kokoh,, maka bunda yakin juga Allah lah yang berkuasa mengeluarkan abang dari rahim menuju alam dunia, dengan cara yang Allah kehendaki dan ridhoi. Bunda hanya bisa berdoa dan berusaha dengan memberdayakan diri semampunya. Mengikuti kelas senam hamil, melakukan gerakan sholat dengan baik, konsumsi makanan – makanan yang baik untuk kesehatan selama kehamilan dan bisa mempermudah proses persalinan (kurma, madu, minyak zaitun, aneka buah dan sayur, lauk pauk yang halal dam thoyyib). 

(bersambung) 

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Laa Taghdhob (5)

Bismillaahirrohmaanirrohiiim 

Wah, hari terakhir proyek keluarga Kendalikan Emosi Kita nih. Walaupun proyeknya sudah berakhir tapi program mengendalikan emosi tetap harus berjalan sepanjang hidup loh. 

Oia, jadi di hari ke-5, ayah bunda kakak dan aa sudah hapal hadits Laa taghdhob walakal jannah. 

Ayah sudah cukup sukses meredam kemarahan dengan cara ini, relatif jadi semakin sabar. 

Bunda mah masih perlu banyak latihan. Memakai kaidah, saat mulai marah, tarik napas dalam dalam, hembuskan,ulangi sebanyak 3 kali. Kalau dalam kondisi berdiri, maka segera duduk. Kalau sedang duduk, maka segera berbaring. Kalau masih marah juga, segera berwudhu dan shalat sunnah 2 rakaat. Kalau belum juga mereda, mending menghilang sejenak untuk menyendiri dan bermuhasabah diri sampai tenang. Baru kembali menghadapi anak-anak dengan kondisi hati yang lebih tenang dan kepala dingin. 

Untuk kakak dan aa, pada dasarnya mereka ga suka marah. Jika kesal, mereka akan melampiaskan dalam bentuk tangisan. Dan ayah bundanya yang bertugas mengelaborasi dan mengonfirmasi penyebab tangisan nya. Apakah karena sakit, capek, marah, kesal, kecewa, ngantuk, lapar, dan lain sebagainya. Kalau tangisan karena marah dan kesal, dilanjutkan dengan pertanyaan apa yang membuat mereka marah dan kesal. Apakah hal tersebut wajar membuat mereka marah atau kesal? Jika hatinya terluka, maka disembuhkan dengan dihibur. Jika memang ada kesalahan yang mereka lakukan, maka diluruskan saat sudah tenang. Intinya, awali dengan membiarkan mereka mengekspresikan emosinya, bantu mereka menjelaskan apa yang mereka rasakan, biarkan mereka mengungkapkan segala uneg uneg di hatinya, baru konfirmasi, apakah benar atau salah tindakan mereka. 

Oke, sekian proyek keluarga kami “kendalikan emosi kita”. 

Polisi pengendali emosi akan tetap bekerja terutama untuk menjaga stabilitas emosi ayah dan bunda, hohoho…. 

Posted in Bunda Sayang, Ibu Profesional, IIP, Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

Laa Taghdhob (4)

Bismillaahirrohmaanirrohiiim 

Cerita hari ke-4 program Kendalikan Emosi Kita. 

Apa saja ya yang terjadi? 

Ayah sudah sukses mengendalikan kemarahan loh, pas aa mulai bertindak ngeselin dan ayah mau marah, ayah langsung menarik napas dan ngajak becanda sambil mengingatkan kalau kelakuan aa itu ga baik dan harus diperbaiki supaya jadi anak baik. 

Kemarin polisi pengendali emosi ga banyak berperan tapi mereka sudah berhasil menghapal hadits Laa taghdhob walakal jannah, dan mereka terus menyenandungkan hadits itu walaupun tidak ada yang sedang marah, hehe. 

Dan proses mengalihkan kemarahan siteteh bayi masih jadi PR besar euy. Rasanya mencegah lebih mudah ketimbang mengalihkan saat teteh sudah mulai kesal dan marah. Apa penyebab teteh menangis karena kesal? Penyebab utama biasanya teteh sudah mengantuk berat. Jadi teteh emang harus dikondisikan cukup istirahat di siang dan malam hari. Tantangannya adalah saat kakak dan aa masih asik bermain sedangkan teteh sudah mulai mengantuk, biasanya teteh jadi tergoda untuk ikut bergabung dengan kakak dan aa daripada bobo. Akibatnya saat sudah ngantuk berat, teteh jadi mengamuk ga karuan. Solusinya, mengatur jam istirahat teteh bersamaan dengan aa dan kakak. Karena teteh masih bayi, jam tidur siang teteh perlu ditambah yakni saat kakak dan aa sekolah tahfidz. 

Oke, sekian dulu cerita hari ini. Besok dilanjut lagi, in syaa Allah. 

Posted in Bunda Sayang, Ibu Profesional, IIP | Tagged , , , | Leave a comment

Laa Taghdhob (3)

Bismillaahirrohmaanirrohiiim 

Alhamdulillah ini cerita hari ke-2 pelaksanaan program Kendalikan Emosi Kita… 

Alhamdulillah sudah ada kemajuan dari segi peran polisi pengendali emosi. Jadi kemarin malam, si aa nangis nangis ga jelas karena ga mau BAK di kamar mandi yang basah. Padahal kamar mandi di rumah kan tipe kamar mandi basah bukan tipe WC kering, fyuh..  Rusuh deh. Saat itu bunda lagi shalat isya. Ayah yang nemenin di kamar mandi dan mulai kesal dengan ulah si aa. Antara pengen cepet karena kudu ngejar shalat isya jamaah di masjid dengan kelakuan si aa yang malah memperlama proses. Ayah pun mulai menunjukkan kalau ayah mulai marah. Lalu, polisi kakak muncul, daaaannnn

PRIIIIITTTTT…. LAA TAGHDHOB…. 

PRIIIIIITTTTTT….. LAA TAGHDHOB…. 

PRIIIIITTTT…. LAA TAGHDHOB…. 

Alhamdulillah ayah pun ga jadi marah dan aa pun berhenti menangis dan malah ikut – ikutan prit prit prit, aiiihhhh…. Si aa mah… 

Suasana pun jadi membaik, ayah wudhu dan ke masjid bersama aa dan kakak. Bunda yang sudah selesai shalat isya pun membawa teteh ke kasur, mematikan lampu dan mengajaknya bobo. 

Untuk pojok istighfar buat si pemancing kemarahan alias sistem time out masih belum berjalan, hehe ✌ 

Sekian laporan cerita hari kemarin, nantikan kisah selanjutnya di hari esok. Hohoho…. 

Posted in Bunda Sayang, Ibu Profesional, IIP, Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

Laa Taghdhob (2)

Bismillaahirrohmaanirrohiiim 

Setelah pertemuan keluarga kemarin dan merumuskan program Kendalikan Emosi Kita, maka evaluasi hari kemarin adalah:

  1. Mengendalikan emosi teteh bayi masih butuh kerja tim yang lebih solid, seringkali aa bukan jadi pengalih malah memicu kemarahan teteh, fiuh… 
  2. Peran polisi pengendali emosi masih perlu diasah lagi sensitivitas nya, bunda masih perlu mengingatkan kalimat Laa taghdhob saat ada yang marah. Tapi kakak dan aa masih sangat bersemangat buat jadi polisi pengendali emosi. 
  3. Bunda masih gagal mengendalikan emosi kemarin. Dan polisi pengendali emosi juga ga ngingetin bunda. 
  4. Sanksi pojok istighfar untuk pemicu kemarahan belum berjalan. 

Baiklah, semoga hari ini bisa lebih baik. 

Posted in Bunda Sayang, Ibu Profesional, IIP | Tagged , , , | Leave a comment

Laa Taghdhob

Bismillaahirrohmaanirrohiiim 

Alhamdulillah anak – anak sudah sehat kembali dan proyek keluarga 👪 pun bisa digulirkan dengan lebih terencana, in syaa Allah. 

Nah, spesial untuk hari ke-6 sampai hari ke-10, keluarga 👪 kami telah melakukan forum keluarga dan menyepakati program:

Kendalikan Emosi Kita

Aturan permainan:

“Laa taghdhob wa lakal jannah…. “

Jangan marah, bagimu surga….

  1. Menghapalkan hadits ini bersama – sama

  2. Menjadi polisi pengendali emosi. Kalau ada yang marah, polisi pengendali emosi bekerja dengan menegur: “priiitttt! Laa taghdhob”

  3. Setiap personil berkewajiban berperilaku dan bersikap yang tidak memancing kemarahan yang lainnya.

  4. Jika ada yang memancing kemarahan yang lain sampai membuat ada yang marah, si pemancing kemarahan akan diberi “time out”, duduk di kursi pojok sambil beristighfar 5x.

  5. Jika yang marah si teteh bayi yang belum mengerti, maka yang lainnya membantu mengalihkan kemarahan teteh bayi, bisa dengan mengajak jalan, menggendong, ngasih mainan, dsb. 

Pembagian Peran:

Pimpinan Proyek : ayah

Sekretaris : bunda

Polisi pengendali emosi : kakak dan aa

Pelaksana dan sasaran : dari kita untuk kita oleh kita semuaaaa

Dimulai hari ini, 21 Agustus 2017.

Posted in Bunda Sayang, Ibu Profesional, IIP | Tagged , , , | Leave a comment

Tujuhbelasan yang Menyehatkan 

Bismillaahirrohmaanirrohiiim 

Alhamdulillah, tepat tanggal 17 Agustus, di hari kemerdekaan RI, kesehatan cahcahbocah sudah 90%. 

Karena sudah cukup sehat, kakak dan aa diajak nenek kakek ke kampus IPB. Mereka tentu menikmati kegiatan bersama kakek nenek yang nyaris seharian. Mereka pulang dengan kondisi yang cukup baik. Mood yang oke. Dan malamnya tidur dengan nyenyak. Alhamdulillah. 

Awalnya ayah bunda dan teteh hanya di rumah saja, menemani ayah menyelesaikan rencana penelitian nya. Tapi kok ya kasian sama si teteh yang ga diajak main keluar rumah. Padahal si teteh tuh paling seneng kalau diajak jalan jalan keluar rumah… 

Jadi aja, kami memutuskan ngajak teteh main ke saung pak ewok yang ada areal playground nya yang pas untuk anak seusia teteh lana. 

Di sana, teteh tampak sangat menikmati suasana dan mainan yang disediakan. Teteh juga menikmati sop buah khas pak ewok. Ayah dan bunda juga menikmati bakso cuanki pak ewok. Dan yang utama, bunda bisa menikmati segelas wedang uwuh yang bisa mengurangi batuk bunda beberapa hari ini. Yup, alhamdulillah kegiatan yang menyenangkan untuk semua dan juga menyehatkan. 

Posted in Bunda Sayang, Ibu Profesional, IIP | Tagged , , , | Leave a comment